Rabu, 21 Januari 2009

PERANAN MIKROBA

>

PERANAN MIKROBA DALAM LUMPUR AKTIF DARI LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP BIODEGRADASI CEMARAN LEMAK, AMILUM DAN PROTEIN

Sumarno (Bagian Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta)

ABSTRAK

Cemaran utama yang terdapat dalam limbah rumah tangga berupa lemak, amilum dan protein, berasal dari sisa makanan keluarga sehari-hari. Cemaran tersebut akan mengalami biodegradasi oleh mikroba yang terdapat dalam lumpur aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan mikroba yang aktif melakukan biodegradasi. Mikroba diisolasi dari sludge atau lumpur aktif limbah rumah tangga dengan menggojog menggunkan asam nitrat 0,01N dan kemudian disentrifugasi, dan beningan digunakan sebagai isolat mikroba. Mikroba dibiak an pada media minimum cair (pH=8,0). mengandung agar nutrien 0,01%, susu kedele 0,01%, dan kelumit unsur logam. Isolat mikroba yang telah dibiak an ulang dengan Optical Density 0,5 digunakan sebagai sumber mikroba. Mikroba tersebut diinkubasikan selama 15 hari, dengan sampel yang telah disuci hamakan bersama medianya dalam tabung hampa udara pada suhu 37°C. Setiap 48 jam sisa biodegrasi diuji kadarnya dengan metode yang sesuai (Spektrofotometrik, kromatografi gas cair dan kromatografi cair kinerja tinggi). Hasil menunjukkan bahwa peranan mikroba pada biodegradasi asam organik dan asam lemak akan makin lambat bila rantai atom C makin panjang, tetapi keberadaan ikatan rangkap akan mempercepat biodegradasi. Kecepatan biodegaradasi terhadap beberapa polisakarida tidak dapat dibedakan, sedangkan terhadap protein terlihat perbedaan yang jelas antara kecepatan biodegradasi albumin dan kasein.

Kata kunci: Biodegradasi, lemak, protein dan polisakarida


Senin, 15 Desember 2008

ANALISA CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD)

ANALISA CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD)

Chemical Oxygen Demand (COD) atau Kebutuhan Oksigen Kimia adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi atau menguraikan senyawa/materi organik (secara kimia) yang ada dalam 1L sampel air, di mana pengoksidasi K2Cr2O7 (kalium dikromat sebagai oksidator yang umum dipakai) digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent). Parameter COD menunjukkan jumlah senyawa organik dalam air yang dapat dioksidasi secara kimia ataupun melalui proses mikrobiologis, dan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut di dalam air.

Analisa COD berbeda dengan analisa BOD namun perbandingan antara angka COD dengan angka BOD dapat ditetapkan. Perbandingan rata-rata angka BOD5/COD untuk beberapa jenis air :

³ Air buangan domestik (penduduk) : 0,4-0,6

³ Air buangan domestik setelah pengendapan primer : 0,6

³ Air buangan domestik setelah pengolahan secara biologis : 0,2

³ Air sungai : 0,1

Angka perbandingan yang lebih rendah dari yang seharusnya, misalnya untuk air buangan penduduk (domestik) < style=""> Tidak semua zat-zat organis dalam air buangan maupun air permukaan dapat dioksidasikan melalui tes COD atau BOD. Zat organis yang biodegradable (dapat dicerna/diuraikan), misalnya protein dan gula dapat dioksidasikan melalui tes COD dan BOD. Selulosa hanya dapat dioksidasikan melalui tes COD. N organis yang biodegradable, misalnya protein dapat dioksidasikan melalui tes COD dan BOD. N organis yang non-biodegradable, misalnya NO2-, Fe2+, S2-, Mn3+ hanya dapat dioksidasikan melalui tes COD. NH4 bebas (nitrifikasi) hanya dapat dioksidasikan melalui tes BOD mulai setelah 4 hari, dan dapat dicegah dengan pembubuhan inhibitor. Hidrokarbon aromatik dan rantai hanya dapat dioksidasikan melalui tes COD saja karena adanya katalisator Ag2SO4.

Theoretical Oxygen Demand (ThOD) atau kebutuhan oksigen teoretis adalah kebutuhan oksigen untuk mengoksidasikan zat organis dalam air yang dihitung secara teoretis. Jumlah oksigen tersebut dapat dihitung bila komposisi zat organis terlarut telah diketahui dan dianggap semua C, H, dan N habis teroksidasi menjadi CO2, H2O, dan NO3-. Untuk masing-masing jenis air (air sungai, air buangan penduduk, air limbah industri) terdapat perbandingan angka ThOD, COD, dan BOD tertentu.